Siapa Saja Mahram Kita yang Membatalkan Wudhu

Siapa Saja Mahram Kita yang Membatalkan Wudhu? Kita akan membahas masalah ini satu persatu sehingga tidak menimbulkan keraguan dalam kegiatan ibadah kita sehari-hari.

Pertama-tama kita akan bahas mengenai sebutan yang sering kita dengar di sekitar kita, yaitu MAHRAM dan MUHRIM.

Dalam hal ini baik MAHRAM dan MUHRIM sama saja, yaitu orang yang melakukan ihram atau orang yang haram untuk dinikahi.

Dan selanjutkan kami akan sebut dengan kata "muhrim"

Untuk lebih mudah kita pahami, Muhrim adalah seseorang yang kita boleh untuk bertemu tanpa memerlukan jilbab atau pakaian tertutup.

Misalkan boleh bertemu dengan menggunakan celana pendek atau pakaian bebas lainnya.

Dan bila bersentuhan dengan muhrim ini tidak membatalkan wudhu, dan juga haram menikah dengan mereka. Itulah penjelasan sederhana dan mudah dipahami tentang muhrim.

Mahram dan Muhrim yang Membatalkan Wudhu

Lalu kemudian siapa sajakah muhrim kita? 

Yaitu wanita yang muhrim adalah :

1. Muhrim dari keluarga sendiri
  • Ibu
  • Nenek : Ibu dari ayah dan ibu dari ibu begitu seterusnya
  • Putri kandung
  • Cucu : Putri anak perempuan dan putri anak laki-laki begitu seterusnya
  • Saudara kandung
  • Saudara perempuan (saudari kandung baik seayah ataupun saibu)
  • Bibi (saudari ibu ataupun saudari ayah)
  • Keponakan (putri dari saudara perempuan atau laki-laki)
2. Muhrim karena periparan
  • Mertua
  • Putri dan istri
  • Istri dari ayah : Ibu tiri
  • Menantu : Istri dari putra
3. Muhrim karena Persusuan
  • Anak suson : Wanita yang disusui oleh istri
  • Ibu suson : wanita yang menyusui kita
  • Saudari sepersusuan : wanita yang menyusu dari wanita yang menyusui kita
  • Mertua suson : wanita yang menyusui istri kita dimassa kecil

Hal ini telah diatur di dalam AlQuran surat An-Nisa' ayat 23

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu isterimu (mertua), anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu),  (dan diharamkan bagimu) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Itulah muhrim untuk kita yang dalam Madzhab Syafii selain yang telah disebutkan diatas, maka apabila bersentuhan akan membatalkan wudhu, saat kita akan melaksanakan shalat misalnya.

Kemudian pertanyaan yang sering muncul di kalangam saudara-saudara muslim kita adalah...

Apakah Istri termasuk muhrim? 

Karena istri tidak tergolong dari yang telah kami jelaskan diatas, maka istri bukanlah muhrim. Namun istri adalah pasangan hidup kita yang telah Allah halalkan bagi kita untuk mengumpulinya.

Demikianlah penjelasan mengenai siapa saja mahram kita yang membatalkan wudhu. Semoga hal ini menjadi ilmu bermanfaat.

Sumber : Habib Munzir bin Fuad Almusawa | www.majelisrasulullah.org

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Siapa Saja Mahram Kita yang Membatalkan Wudhu"

Post a Comment

Silahkan tulis komentar/pertanyaan kalian disini!