penyebar agama islam di indonesia

Sejarah para penyebar agama islam di indonesia yang selama ini kita pelajari di dunia pendidikan menyebutkan bahwa Islam datang ke Indonesia pertama kali pada abad ke 14 melalui kerajaan Islam pertama yaitu samudra pasai.

Disini perlunya kita melakukan validasi dan penelitian untuk mendapatkan sejarah yang sebenarnya terjadi.

Sebelum masuk kedalam topik bahasan kali ini, saya ingin menyampaikan satu hadist Nabi Muhammad riwayat Ibnu Majah

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Siapapun yang menyiapkan dirinya untuk perjalanan mencari ilmu tentang agamanya, sekalipun sedikit. Maka setiap tetes keringatnya, derap langkahnya dan detik perjuangannya akan dicatat oleh Allah untuk memudahkan jalannya menuju surga Allah."

Setelah diteliti para sejarawan modern saat ini ditemukan fakta bahwa Islam sudah ada di Indonesia sejak abad ke 7.

Abad ke-7 ini adalah periode zaman Rasulullah dan para sahabat.

Buktinya adalah ditemukannya makam Syaikh Mukaiddin di daerah Tapanuli yang pada nisannya tertulis nama dan tahun 49 Hijriyah (670M), menggunakan bahasa Arab dan beliau muslim

Bukti lainnya catatan sejarah Cina pada masa dinasti Tang tahun 674M menuliskan bahwa Islam sudah ada di Indonesia.

Abad ke 7 ini adalah masa awal-awal Islam, saya akan memberikan gambaran:
  • Pada tahun 11H (632M) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia
  • Pada tahun 49H (670M) Makam Syaikh Mukaiddin ditemukan di Tapanuli
  • Pada tahun 674M catatan sejarah Dinasti Tang menuliskan Islam sudah ada di Indonesia
Rangkaian sejarah diatas terjadi di abad ke-7.

Sehingga awal Islam masuk di Nusantara ini  jauh sebelum zaman kerajaan Majapahit yang kita ketahui berdiri pada tahun 1294M.

Dan kerajaan Samudra Pasai 27 tahun "sebelum" adanya kerajaan Majapahit.

Dari data diatas menjadi logis lah jika Islam sudah ada di Indonesia sejak abad ke-7 dan akhirnya dapat mendirikan kerajaan Islam pada abad ke-14 yaitu Samudra Pasai.

cara penyebaran agama islam di indonesia

Cara Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Setelah sampai ke Nusantara pada abad ke-7 oleh para sahabat. Islam mulai diajarkan melalui petunjuk Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Yaitu para sahabat ini mengajarkan Alquran, petunjuk pernjelasan Hadits, bersosialisasi dan berdagang dengan masyarakat dengan akhlak Islam yang mulia.

Dengan cara demikian mejadikan Islam diterima dengan baik dan menyebar keseluruh wilayah Nusantara dengan mudah.

Sehingga akhirnya Islam mulai menyebar bukan hanya di Sumatra, tapi juga di Jawa sampai Papua.

Provinsi Maluku misalnya saat ini yang kita kenal berasal dari bahasa Arab "Mulk" yang artinya adalah kerajaan-kerajaan.

Karena pada waktu itu di maluku terdapat banyak kerajaan-kerajaan seperti Ternate, Tidore, Bacan dan lainnya. Dan mayoritas masyarakatnya beragama Islam.

Penyebaran Islam pada abad ke-7 ini adalah pengenalan tahap awal yang kelak disempurnakan di abad ke-13 oleh Auliya Tis'ah atau yang kita kenal dengan sebutan wali songo.

Sejak awal datangnya ke Indonesia pada abad ke-7 hingga saat ini, Islam menyebar melalui beberapa cara yaitu :

1. Penyebaran Agama Islam Melalui Perdagangan

Jalur perdagangan berperan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia pada masa-masa awal. Sistem jual-beli yang diajarkan dalam agama Islam sangat mulia.

Para pedagang Islam berdagang dengan cara yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, mereka berdagang dengan cara yang jujur, tidak boleh menipu, tidak memaksa, menjual barang-barang yang terbaik.

Tidak hanya dalam urusan perdagangan, para pedagang Islam ini juga bersahabat dan bermasyarakat dengan baik di Indonesia.

Hal ini tentu saja membuat para pedagang Islam ini dicintai masyarakat di Indonesia. Karena baiknya akhlak dan integritas yang terpercaya.

Sehingga apa yang mereka katakan mengenai ajaran-ajaran tauhid Islam di sela-sela waktu senggang kepada masyarakat mudah diterima walaupun dengan cara yang sederhana.

2. Penyebaran Agama Islam Melalui Struktur Sosial atau Politik

Teori yang digunakan para ulama-ulama untuk penyebaran agama Islam melalui jalur struktur sosial ini sederhana.

Jika para raja-raja atau pemimpin yang memiliki pengaruh kuat telah memeluk agama Islam, maka secara tidak langsung rakyat yang dipimpinnya juga akan memeluk Islam pula.

Sehingga tidak perlu memakan waktu yang lama mengIslamkan beberapa masyarakat.

Tapi bila mampu berdakwah dengan cara-cara yang mulia kepada raja-raja ini sehingga menjadi Islam, itu artinya para ulama lebih menghemat waktu dan tenaga dalam penyebaran agama Islam di Indonesia.

3. Penyebaran Agama Islam Melalui Pendidikan

Melihat penyebaran dan perkembangan Islam di Indonesia yang pesat, menyebabkan para ulama dan mubaligh bepikir untuk dapat mendidik masyarakat yang baru memeluk agama ini.

Sehingga mulailah dibangun pondok-pondok pesantren.

Disebut pondok pesantren hingga saat ini, karena tempat pendidikan ini selain digunakan untuk memperlajari lebih dalam tentang Islam juga berfungsi sebagai tempat bernaung untuk orang-orang yang membutuhkan, seperti para fuqara dan orang-orang miskin.

Hingga kadang beberapa orang menginap di pondok-pondok pesantren ini sekaligus mempelajari ilmu-ilmu dalam Islam.

Para pelajar atau santri yang telah selesai menuntut bekal ilmu agama Islam, diberi kewajiban untuk mengajarkan kembali ilmu yang telah diperolehnya kepada masyarakat disekitarnya.

Sehingga tidak lama setelah didirikannya sebuah pesantren di suatu tempat biasanya wilayah di sekitar pesantren tersebut akan memeluk agama Islam, melalui dakwah orang-perorangan ataupun melalui pengajian-pengajian.

4. Penyebaran Agama Islam Melalui Perkawinan

Tidak dipungkiri karena hubungan dagang yang baik dalam waktu yang lama, semakin menyebabkan dekatnya tali persaudaraan antara saudagar-saudagar Islam kepada masyarakat.

Dan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang memeluk agama Islam, sehingga mulailah terjadi pernikahan dengan masyarakat Indonesia.

Bahkan sejarah mencatat pernikahan-pernikahan tersebut terjadi pada tokoh-tokoh penting dalam masyarakat, seperti kaum bangsawan dan putri raja.

Karena pernikahan inilah banyak kita jumpai keluarga bangsawan raja-raja di Indonesia yang memeluk agama Islam.

5. Penyebaran Agama Islam Melalui Kebudayaan

Salah satu kunci kesuksesan para penyebar agama Islam di Indonesia adalah menggunakan kebudayaan setempat sebagai sarana dakwah.

Seperti seni pahat atau ukir, seni pencaksilat, sastra dan wayang kulit.

Kebudayaan-kebudayaan tersebut diisi dengan nilai-nilai tauhid dalam agama Islam. Kami ambil contoh misalnya pada wayang kulit.

Lima tokoh pandawa dalam pewayangan yang terkenal di negara asalnya, dibawa dan disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia pada saat itu sekaligus diisi dengan makna-makna Islam.

  1. Yudhistira itu hakikatnya adalah syahadat
  2. Bima hakikatnya adalah Shalat
  3. Arjuna pada hakikatnya Puasa
  4. Nakula hakikatnya adalah Zakat
  5. Sadewa hakikatnya adalah Haji
Inilah salah satu contoh nilai-nilai Islam yang disisipkan kedalam kebudayaan di masyarakat Indonesia. Sehingga lebih mudah dalam memahami agama Islam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "penyebar agama islam di indonesia"

Post a Comment

Silahkan tulis komentar/pertanyaan kalian disini!